
Donald Trump
Spasi-id.com, Jakarta – Rumor soal kondisi kesehatan President of the United States (POTUS) atau Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali ramai dibicarakan. Bahkan, Gedung Putih sampai turun tangan merespons spekulasi yang beredar luas di internet.
Juru bicara pribadi presiden membantah bahwa Trump tengah menjalani perawatan di Walter Reed National Military Medical Center, setelah isu kesehatannya merebak sepanjang akhir pekan.
Kekhawatiran publik meningkat usai Gedung Putih mengumumkan pada Sabtu (4/4/2026) pukul 11.08 waktu setempat bahwa pria 79 tahun itu tidak akan tampil di depan umum sepanjang sisa hari tersebut. Langkah ini dinilai tidak biasa, mengingat Trump biasanya menghabiskan akhir pekan do Mar-a-Lago untuk bermain golf.
Sejak pertama kali menjabat sebagai presiden di usia 70 tahun, Trump dinilai kurang transparan soal kondisi kesehatannya, meski kerap mengomentari kondisi fisik orang lain. Hingga kemenangan keduanya di Gedung Putih, ia belum merilis data kesehatan yang substansial sejak 2015, meski sempat berjanji pada Agustus 2024 akan mempublikasikan hasil pemeriksaan terbarunya.
Belakangan, warga Amerika juga mulai khawatir dengan kondisi fisik dari Trump. Mulai dari tangan memar, ruam di leher yang tampak menyakitkan, ‘gangguan ingatan’ yang aneh, hingga hasil pemeriksaan MRI misterius.
Dengan gaya khasnya, Trump kerap menepis kekhawatiran tersebut dengan menyebut kesehatannya ‘sempurna’, meski sejumlah klaim dipertanyakan para ahli medis.
Teka-teki MRI
Pada Oktober 2025, Trump mengaku menjalani pemeriksaan MRI di Walter Reed National Military Medical Center dan menyebut hasilnya ‘sempurna’. Ia mengatakan dokter menilai dirinya dalam kesehatan yang luar biasa.
“Dokter mengatakan (itu) adalah beberapa laporan terbaik, untuk usia ini, yang pernah mereka lihat,” ucapnya, dikutip dari Mirror UK.
Menurut dokter kepresidenan, Dr Sean Barbabella, pemeriksaan tersebut merupakan evaluasi tindak lanjut terjadwal sebagai bagian dari rencana pemeliharaan kesehatannya yang berkelanjutan. Itu mencakup CT scan canggih, pengujian laboratorium, dan penilaian kesehatan preventif.
“(Trump) terus menunjukkan kesehatan secara keseluruhan yang sangat baik.”
Pemeriksaan ini dilakukan beberapa bulan setelah Gedung Putih mengumumkan Trump didiagnosis insufisiensi vena kronis, kondisi pada pembuluh darah yang diketahui setelah muncul pembengkakan di kaki.
Pengakuan Konsumsi Aspirin
Trump juga mengaku mengonsumsi aspirin lebih banyak dari anjuran dokter selama 25 tahun terakhir.
“Mereka mengatakan aspirin baik untuk mengencerkan darah, dan saya tidak ingin darah kental mengalir melalui jantung saya,” tutur dia.
Ia menyebut mengonsumsi 325 mg per hari, bukan 81 mg seperti rekomendasi dokter. Meski dianjurkan dosis yang lebih kecil, Trump tetap enggan mengubah kebiasaan itu karena merasa ‘agak percaya takhayul’.
Isu ‘Mengantuk’ saat Rapat
Trump juga sempat membanggakan hasil tes kognitif yang dijalaninya pada Desember 2025. Tetapi, di sisi lain, ia juga disorot karena terlihat mengantuk saat rapat.
Ia membantah tudingan tersebut dan menyebut fotografer yang kadang-kadang mengambil gambarnya saat ia berkedip.
Dalam sebuah pengarahan Garda Nasional di Memphis, Trump tampak kesulitan membuka mata. Tetapi, ia menegaskan tidak mengantuk dan hanya sesekali menutup mata karena merasa itu bisa ‘menenangkannya’.
“Saya berkeliling ruangan, dan saya memiliki 28 orang – yang terakhir berlangsung tiga setengah jam. Saya harus duduk dan mendengarkan, dan saya menggerakkan tangan saya agar orang-orang tahu bahwa saya sedang mendengarkan,” beber Trump.
“Saya mendengar setiap kata, dan saya merasa bosan dan tidak sabar untuk keluar,” tambahnya.
Klaim Lolos Tes Kognitif
Dalam pidato di North Carolina, Trump mengungkapkan telah menjalani tes kognitif yang ia klaim ‘tidak pernah dilakukan presiden lain’. Ia mengikuti tes karena tahu itu tidak mudah.
“Anda sampai pada pertanyaan-pertanyaan terakhir, 10, 15 pertanyaan terakhir… dan saya berhasil menjawabnya dengan sempurna. Dan tidak ada presiden lain yang pernah mengikuti tes kognitif… Bisakah Anda bayangkan Joe yang mengantuk mengikuti tes kognitif?” ucapnya.
“Saya sekarang telah mengikuti tiga tes kognitif. Saya berhasil menjawab semuanya dengan sempurna,” klaim Trump.
Memar hingga Riasan
Beberapa bulan terakhir, Trump juga terlihat memiliki memar di tangannya. Pihak Gedung Putih menyebut hal itu akibat sering berjabat tangan.
Sekretaris pers Karoline Leavitt mengatakan memar tersebut sesuai dengan kerusakan jaringan akibat sering berjabat tangan. Ditambah konsumsi aspirin sebagai bagian dari pencegahan kardiovaskular.
Trump juga mengakui membawa riasan untuk menutupi kondisi tersebut jika tangannya ‘terbentur’.
Bahkan dalam sebuah acara, Trump mengklaim dokternya menyebut dirinya sebagai presiden yang paling sehat dibanding tiga pendahulunya.
Kontroversi Surat Dokter
Pada 2015, menjelang pencalonan presiden pertamanya, Trump merilis surat dari dokternya saat itu, Dr Harold N. Bornstein, yang menyatakan kesehatannya ‘sangat baik’ dengan stamina ‘luar biasa’.
Namun pada 2018, Dr Bornstein mengklaim kepada CNN bahwa isi surat tersebut didikte langsung oleh Trump. Gedung Put



